Shevchenko, Pesepakbola Ukraina yang Bersinar di AC Milan

Link Alternatif SBOBET

Berita Bola –  Shevchenko, Pesepakbola Ukraina yang Bersinar di AC Milan

MEMBICARAKAN pesepakbola top dunia, nama Andriy Shevchenko tentu saja tak boleh dilewatkan. Karier yang terbilang apik berhasil diukirnya selama masih menjalani profesi sebagai pesepakbola profesional. Wajahnya sudah malang-melintang ke berbagai klub di Eropa.

Sebelum namanya dikenal lekat oleh para pencinta sepakbola dunia, Shevchenko harus berjuang keras untuk bisa menggapai impiannya. Ia bahkan harus menelan pil pahit kala mencoba masuk ke sekolah sepakbola di Kiev, Ukraina. Pada 1986, Shevchenko gagal dalam mengikuti tes masuk sekolah tersebut.

Infografis Andriy Shevchenko

Meski begitu, Shevchenko tak menyerah. Pria kelahiran RSS Ukraina, Uni Soviet, 29 September 1976 itu terus mencari tempat yang bisa membantunya mewujudkan impian. Usahanya pun tak lama berbuah manis. Talentanya tercium oleh seorang pemantau dari salah satu klub di daerahnya, yakni Dynamo Kiev. Mereka menaruh minat kepada Shevchenko setelah melihatnya berlaga di sebuah turnamen junior.

Ajakan pihak Dynamo Kiev untuk bergabung pun langsung diamini oleh Shevchenko. Setelah bergabung selama empat tahun, ia akhirnya dapat menembus skuad Dynamo Kiev U-14. Ia turut tampil di Piala Ian Rush yang sekarang disebut Piala Super Wales. Shevchenko tak menyia-nyiakan kesempatannya kala itu hingga bisa menyabet gelar sebagai top skor.

Dari situ, Shevchenko dapat semakin mengepakkan sayapnya di dunia sepakbola. Ia mulai menjalani debut ke tim senior Dynamo Kiev pada 28 Oktober 1994. Lawan pertamanya kala itu adalah Shakhtar Donetsk. Penampilan yang gemilang terus ditunjukkannya di tim senior. Salah satu yang paling tak terlupakan adalah mencetak hattrick di laga kontra Barcelona dalam matchday keempat Grup C Liga Champions 1997-1998. Laga berakhir dengan kemenangan Dynamo Kiev 4-0, padahal pertandingan digelar di Estadio Camp Nou.

Berkat peran besar yang bisa diberikan kepada Dynamo Kiev, Shevchenko dapat mencicipi beberapa gelar juara. Ia bahkan bisa merengkuh gelar di liga domestik selama lima musim beruntun. Pada 1999, Shevchenko akhirnya mendapat tawaran menarik dari salah satu klub papan atas Italia, yakni AC Milan.

[ Baca Juga : ” Bungkam Lille, Lampard: Ini Kemenangan Penting untuk Chelsea ” ]

Andriy Shevchenko

Pinangan itu diterima Shevchenko. Ia akhirnya bergabung dengan kesepakatan transfer senilai USD25 juta. Laga pertamanya bersama Milan dijalani pada 28 Agustus 1999 dengan melawan Lecce. Laga kala itu berakhir kurang memuaskan karena imbang 2-2.

Meski tampil kurang menjanjikan di debutnya, Shevchenko bisa tampil memuaskan pada laga-laga berikutnya. Ia bahkan berhasil menyabet gelar top skor di Liga Italia pada musim debutnya dengan koleksi 24 gol dari 32 pertandingan. Kesuksesan ini membuat nama Shevchenko turut bertengger di jajaran pemain asing yang berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Italia. Ia menyejajarkan namanya dengan Michael Platini, John Charles, hingga Gunnar Nordahl.

Beragam prestasi serta rekor berhasil dipecahkan Shevchenko selama bernaung di Milan. Ia dapat menyabet trofi Liga Champions pertamanya bersama Milan pada musim 2002-2003. Shevchenko juga kembali menjadi top skor Liga Italia pada 2003-2004. Pada musim yang sama, ia juga turut mengantarkan Milan meraih Scudetto.

Musim 2003-2004 benar-benar menjadi puncak karier Shevchenko. Sebab, banyak prestasi yang berhasil diukirnya bersama Milan. Alhasil, pada 2004, penyerang asal Ukraina itu pun dianugerahi penghargaan Ballon dOr.

Kariernya di Milan terus berlanjut hingga pada 2006 akhirnya memutuskan hijrah ke tim lain. Selama tujuh tahun bermain untuk Milan, Shevchenko pun tercatat berhasil mencetak 175 gol dari 296 pertandingan.

Setelah dari Milan, Shevchenko memutuskan untuk menjajal pertarungan di pentas Liga Inggris. Ia pun bergabung ke salah satu anggota The Big Four, yakni Chelsea. Pada 28 Mei 2006, Shevchenko dipastikan jadi milik Chelsea setelah ditebus dengan dana sebesar 30,8 juta poundsterling. Dana ini menggeser rekor transfer klub saat mendatangkan Michael Essien pada musim sebelumnya. Menurut Mourinho, pembelian Shevchenko dilakukan Chelsea karena gagal mendatangkan Samuel Eto’o.

Andriy Shevchenko

Tetapi sayang menurut Website Alternatif SBOBET, perjalanan kariernya di Chelsea tak berjalan semulus di Milan. Ia menjalani debut pada 13 Agustus 2006 di ajang Community Shield dengan menghadapi Liverpool. Kala itu, Shevchenko dapat mencetak satu gol, tetapi gagal mengantarkan Chelsea memenangkan laga karena berakhir dengan skor 1-2. Penampilannya di musim debut pun sempat terhenti akibat cedera dan operasi hernia.

Comeback Shevchenko pada musim selanjutnya juga tak berjalan baik. Ia tak mendapat jam bermain yang teratur dan jarang masuk starting line-up. Melihat nasib Shevchenko yang kurang baik di Chelsea, Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, pun akhirnya mengajukan penawaran untuk kembali ke San Siro. Ia akhirnya kembali ke klub lamanya dengan status peminjaman pada musim 2008-2009.

Kedatangannya ke Milan untuk kedua kalinya itu dianggap kurang berhasil. Shevchenko tak lagi tampil gemilang seperti dahulu. Ia bahkan gagal mencetak satu pun gol di Liga Italia. Di akhir musim, Milan akhirnya memutuskan untuk mengembalikan Shevchenko ke Chelsea.

Setelah kembali pulang, Shevchenko hanya tampil satu kali di Liga Inggris. Frustrasi dengan kariernya di Chelsea, Shevchenko akhirnya angkat kaki dari Stamford Bridge. Pada 28 Agustus 2009, ia memutuskan untuk bermain lagi di klub lamanya, Dynamo Kiev.

Kala itu, Shevchenko lebih sering ditempatkan di posisi sayap kanan oleh sang pelatih. Ternyata, keputusan ini pun terbilang tepat karena Shevchenko bahkan dapat menyabet penghargaan sebagai pemain sayap kanan terbaik pada 2009. Tiga tahun kemudian, Shevchenko akhirnya memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola – Link Alternatif SBOBET.