Man United Ungguli Man City soal Perburuan Julian Weigl

man-united-ungguli-man-city-soal-perburuan-julian-weigl-ViCh90UQ57

BeritaBola,  Man United Ungguli Man City soal Perburuan Julian Weigl

Manchester United mengungguli Manchester City dalam usaha mendatangkan gelandang Borussia Dortmund, Julian Weigl. Seperti diberitakan Link Alterntif SBOBET, Jumat (12/1/2018), Man United menjadikan sang pemain, Henrikh Mkhitaryan, sebagai kartu AS dalam usaha mendatangkan Weigl.

Miki –sapaan akrab Mkhitaryan– tidak dijadikan alat barter. Gelandang berpaspor Armenia itu dijadikan Man United sebagai negosiator. Tugas Miki ialah meyakinkan Weigl untuk melanjutkan karier bersama Man United. Sekadar diketahui, Miki dan Weigl memiliki hubungan baik sewaktu membela Die Borussen –julukan Dortmund– di musim 2015-2016.

Kehadiran Weigl saat ini sangat dibutuhkan Man United. Dalam pola 4-2-3-1 racikan Jose Mourinho, tenaga gelandang bertinggi badan 186 sentimeter itu dapat dimanfaatkan untuk mengisi satu posisi dari dua gelandang double pivot yang biasa diturunkan Mourinho.

Saat ini, Pogba dan Matic jadi dua pemain yang diandalkan Mourinho untuk mengisi posisi gelandang double pivot. Namun, sangat riskan jika terus mengandalkan Pogba dan Matic. Hal itu karena Man United masih mentas di tiga kompetisi musim ini. Sebut saja Liga Inggris, Piala FA dan Liga Champions.

Secara kasat mata, gaya permainan Weigl identik dengan Matic. Kedua pemain tak hanya piawai membantu pertahanan, namun juga dapat diandalkan membantu serangan. Terbukti musim ini dari 11 penampilan, gelandang berusia 22 tahun itu mampu mengemas satu gol.

{ Baca juga : ”  Bantah Hengkang, Pastore Ingin Habiskan Karier di PSG ” }

Namun, sebuah perjudian jika Weigl memutuskan hengkang ke Man United di tengah musim ini. Peluang Weigl mentas sebagai pemain reguler Man United agak diragukan. Jika jarang bermain bersama Man United, peluang Weigl membela Tim Nasional (Timnas) Jerman di Piala Dunia 2018 pun akan mengecil.

Jelas absen di ajang sebesar Piala Dunia merupakan sebuah kerugian bagi setiap pesepakbola. Sebab turnamen yang pada 2018 diselenggarakan di Rusia itu hanya bergulir empat tahun sekali.